Jakarta — Desakan agar kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus diusut secara tuntas terus menguat. Kali ini, Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Mike Verawati Tangka, menyampaikan pesan terbuka kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Pesan tersebut disampaikan dalam podcast Roemah Palapa bertajuk “Ujian Keadilan di Balik Teror Air Keras”, yang menyoroti komitmen penegakan hukum dalam kasus tersebut.
Mike menegaskan bahwa publik berharap Kepolisian Republik Indonesia dapat berdiri independen dan tidak terpengaruh oleh kepentingan politik dalam menangani perkara ini.
“Harapan kami, Kapolri betul-betul bisa memposisikan diri berpihak kepada rakyat dan menyelesaikan kasus ini secara valid, final, dan memenuhi rasa keadilan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keadilan tidak hanya penting bagi korban, Andrie Yunus, dan keluarganya, tetapi juga bagi para aktivis dan masyarakat sipil yang selama ini mengawal isu-isu HAM.
Lebih lanjut, Mike secara tegas mengingatkan agar proses hukum berjalan tanpa intervensi dari pihak manapun.
“Kasus ini harus diselesaikan tanpa intervensi dan tanpa kepentingan politik, agar bisa memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian,” tegasnya.
Menurutnya, selama ini masih terdapat persepsi negatif di masyarakat terhadap kinerja aparat penegak hukum, yang bahkan tercermin dari ungkapan sinis seperti “percuma lapor polisi”.
Ia menilai, pengungkapan kasus Andrie Yunus secara transparan dan tuntas dapat menjadi momentum penting untuk memperbaiki citra tersebut.
“Ini waktunya kepolisian menunjukkan bahwa mereka benar-benar berdiri di atas kepentingan rakyat dan penegakan hak asasi manusia,” tambah Mike.
Di tengah berbagai dinamika dan kemungkinan tekanan politik, Mike berharap Polri tetap tegak lurus dalam menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum yang profesional dan akuntabel.
Ia juga menegaskan bahwa Koalisi Perempuan Indonesia akan terus mengawal proses hukum kasus ini agar tidak berhenti di tengah jalan.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus kini menjadi perhatian luas publik dan dipandang sebagai ujian nyata bagi independensi serta kredibilitas institusi kepolisian dalam menegakkan hukum dan melindungi pembela HAM di Indonesia.






