Sandri Rumanama Sebut Polri Garda Terdepan Stabilitas Energi dan Keamanan Nasional

Sandri Rumanama
Sandri Rumanama

Jakarta, 1 April 2026 — Founder Lembaga Kontra Narasi, Koordinator Nasional Presidium Pemuda Timur, sekaligus Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI), Sandri Rumanama, menyatakan dukungannya terhadap peran strategis Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, khususnya di tengah dinamika krisis energi global yang masih berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Sandri, stabilitas keamanan merupakan fondasi utama dalam menjaga ketahanan negara, terutama pada periode 2024–2026 yang ditandai dengan meningkatnya ketidakpastian geopolitik serta fluktuasi harga energi dunia. Dalam situasi tersebut, keamanan nasional tidak hanya dimaknai dari aspek pertahanan, tetapi juga mencakup perlindungan terhadap sektor-sektor strategis yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas.

“Polri memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga, terutama di tengah tekanan krisis energi global yang berdampak luas terhadap perekonomian dan kehidupan masyarakat,” ujar Sandri.

Ia menjelaskan bahwa stabilitas keamanan juga berkaitan erat dengan perlindungan terhadap infrastruktur energi yang tergolong sebagai objek vital nasional atau *critical energy infrastructure*. Infrastruktur tersebut meliputi kilang minyak, jaringan distribusi listrik, hingga pipa gas yang menjadi tulang punggung sistem energi nasional.

Menurutnya, keberadaan sistem keamanan yang kuat akan memastikan infrastruktur tersebut terlindungi dari berbagai ancaman, baik gangguan fisik, aksi terorisme, maupun potensi serangan siber yang dapat mengganggu distribusi energi secara nasional.

“Keamanan yang terjaga akan menjamin kelangsungan pasokan energi, sehingga aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sandri juga menyoroti dampak konflik geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang berpotensi mengganggu jalur distribusi energi dunia. Dalam kondisi tersebut, ia menilai bahwa penguatan keamanan domestik menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas distribusi energi di dalam negeri.

“Ketika terjadi gangguan pada jalur distribusi global, maka ketahanan dalam negeri menjadi penentu utama. Oleh karena itu, keamanan nasional harus diperkuat agar distribusi energi tetap lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” jelasnya.

Selain itu, ia menilai Polri memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional, termasuk dalam mendorong percepatan transisi menuju energi terbarukan berbasis potensi lokal. Stabilitas keamanan, kata dia, menjadi prasyarat utama agar kebijakan dan program energi nasional dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Sandri juga menekankan pentingnya pengelolaan cadangan energi nasional, baik cadangan operasional maupun strategis, yang membutuhkan kondisi keamanan yang kondusif agar dapat dimanfaatkan secara optimal saat terjadi krisis atau keadaan darurat.

“Stabilitas keamanan adalah kunci utama agar pengelolaan dan distribusi cadangan energi nasional dapat berjalan optimal, terutama ketika negara menghadapi tekanan krisis global,” pungkasnya.

Sebagai penutup, Sandri Rumanama mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung upaya Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat ketahanan negara dan menjamin keberlangsungan pembangunan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Pos terkait